Kamis, 21 Juni 2012
Senin, 14 Mei 2012
puisi pendekku
BENDERA
kau bergantung menjemur diri
tersenyum berkibar dalam tari
sebagai wasiat para pahlawan
tentang pertanda penghormatan
merah putih warna bajumu
tulang darah bersama pilu
deras melaju menuju pintu
kemerdekaan berjalan satu
aku termangu bersenda ingatan
menarik sejarah sudut pematangan
mengibarkanmu di tiang tertinggi
dari aceh ke papua nugini
selaras hati dalam nusantara
menyatukan adat yang berbeda
merayakan hari kemerdekaan
merasakan beta yang bertuan
pesanmu kutanak dalam derai
agar tak risau bersama menyemai
keagungan indonesia raya
di haribaan tuhan yang kaya raya
sumenep.blok c .mathali'ul anwar 2004
Dalam madura raja sakera
biru dan berakar tembakau kira
merenung diam di pesisir pantai
disisi asta jokotole teratai
mana asin putih garam
ditimang sejarah yang berpuram
pada sudut kampung tetua
berpesta panen alhamdulilla
olle olle lagu gelombang
nelayan tasik main umpetan petang
nyanyi arus dibatang angin
tersenyum kembali menahan dingin
kampung ini memang sejarah
kerapan sebagai tanda pencurah
bahwa kita masih bersuara
dalam derai lagu yang tersisa
gili genting-gili raja ,2005
Angin laut
menelusur di nadzam tubuh
melambai ke penjuru subuh
dalam kesepian jiwa alastu
merumpun ke tepian cerutu
lalu deras angin menyingsing
telaga mengering memiring
waktu melata terbata
melanjutkan cerita orang beta
berderaiderai selaput laut
melumpuhi sekotak arwah
melenggang pasrah berdenyut
di kangkangan layang tempurah
nelayan memberi makan ikan
dengan harga kematian jiwa
gelombang lepas angin siakan
selaksa arus daun peristiwa
dalam karang menyepi jua
melantunkan sajak angin
daun nyiur melepas tua
desau tanah pusar beringin
angin laut angin darat
tepat pulang ke pelakat
hikayat tun jaina
sampai olle ollang faintunna
dari tubuh pulang merumput
pulang membawa daun salak
jangan bersedih si pelaut
angin laut tetap bertalak
ragang ,2008
kau bergantung menjemur diri
tersenyum berkibar dalam tari
sebagai wasiat para pahlawan
tentang pertanda penghormatan
merah putih warna bajumu
tulang darah bersama pilu
deras melaju menuju pintu
kemerdekaan berjalan satu
aku termangu bersenda ingatan
menarik sejarah sudut pematangan
mengibarkanmu di tiang tertinggi
dari aceh ke papua nugini
selaras hati dalam nusantara
menyatukan adat yang berbeda
merayakan hari kemerdekaan
merasakan beta yang bertuan
pesanmu kutanak dalam derai
agar tak risau bersama menyemai
keagungan indonesia raya
di haribaan tuhan yang kaya raya
sumenep.blok c .mathali'ul anwar 2004
MADURA
oleh Yadi Alfateh
Dalam madura raja sakera
biru dan berakar tembakau kira
merenung diam di pesisir pantai
disisi asta jokotole teratai
mana asin putih garam
ditimang sejarah yang berpuram
pada sudut kampung tetua
berpesta panen alhamdulilla
olle olle lagu gelombang
nelayan tasik main umpetan petang
nyanyi arus dibatang angin
tersenyum kembali menahan dingin
kampung ini memang sejarah
kerapan sebagai tanda pencurah
bahwa kita masih bersuara
dalam derai lagu yang tersisa
gili genting-gili raja ,2005
Angin laut
menelusur di nadzam tubuh
melambai ke penjuru subuh
dalam kesepian jiwa alastu
merumpun ke tepian cerutu
lalu deras angin menyingsing
telaga mengering memiring
waktu melata terbata
melanjutkan cerita orang beta
berderaiderai selaput laut
melumpuhi sekotak arwah
melenggang pasrah berdenyut
di kangkangan layang tempurah
nelayan memberi makan ikan
dengan harga kematian jiwa
gelombang lepas angin siakan
selaksa arus daun peristiwa
dalam karang menyepi jua
melantunkan sajak angin
daun nyiur melepas tua
desau tanah pusar beringin
angin laut angin darat
tepat pulang ke pelakat
hikayat tun jaina
sampai olle ollang faintunna
dari tubuh pulang merumput
pulang membawa daun salak
jangan bersedih si pelaut
angin laut tetap bertalak
ragang ,2008
kepada guruku
: KH. Abu suyuf ibnu abdillah
kau ajarkan
segala nadzam ilmu
kau didik aku
dengan kitab aqidah semesta
tentang hidup
mencari jalan surga
walau aku
belum pantas mencium segala.
tapi disini airmata doa
selalu ku ukir untukmu
agar kau tahu
alifmu adalah sampan di perjalananku
mathali',2005
kau ajarkan
segala nadzam ilmu
kau didik aku
dengan kitab aqidah semesta
tentang hidup
mencari jalan surga
walau aku
belum pantas mencium segala.
tapi disini airmata doa
selalu ku ukir untukmu
agar kau tahu
alifmu adalah sampan di perjalananku
mathali',2005
; jam 2 malam kurindukan dirimu di bilik bantalku
: bunda zakiya
hanya doamu.
yang kulipat di tubuhku
menjadi cahaya
menjadi pintu surga
mencari ridho dariNYa
; tak ada batas
dan dimakan usia
sumenep,pangarangan 2008
kota mati di belakang matamu
: nf
dengan menyebut nama malam
ku temukan kota mati di belakang matamu
: lalu sunyi sedang melahirkan seribu airmata ,dan
tubuhmu ku lumuri gelombang
yang panjang di hatiku
_
pangarangan, 2007
hanya doamu.
yang kulipat di tubuhku
menjadi cahaya
menjadi pintu surga
mencari ridho dariNYa
; tak ada batas
dan dimakan usia
sumenep,pangarangan 2008
kota mati di belakang matamu
: nf
dengan menyebut nama malam
ku temukan kota mati di belakang matamu
: lalu sunyi sedang melahirkan seribu airmata ,dan
tubuhmu ku lumuri gelombang
yang panjang di hatiku
_
pangarangan, 2007
semut
; wakil rakyat
mereka adalah perajurit kecil
yang setiap hari mencari makan dan saling berbagi
tak ada keluh
atau saling mencaci dan menjatuhkan
disetiap detik
bersalaman mengeratkan silaturrahmi tanpa korupsi dan merenggt kebebasan
tapi disini
semut malu jadi hewan indonesia
2008, yas'a
lahir dari asin laut
insang nafas.
hidup memang sebatas kun fayakun
melafal huruf kematian
dipancing buat lauk
bila tinggal belulang
kucingpun jadi yang terakhir menytbuhimu
tak ada yang tahu
bahwa dia benar tahu
: hidup manusia penuh keserakahan dan tak tahu malu
madura,2008
mereka adalah perajurit kecil
yang setiap hari mencari makan dan saling berbagi
tak ada keluh
atau saling mencaci dan menjatuhkan
disetiap detik
bersalaman mengeratkan silaturrahmi tanpa korupsi dan merenggt kebebasan
tapi disini
semut malu jadi hewan indonesia
2008, yas'a
ikan
insang nafas.
hidup memang sebatas kun fayakun
melafal huruf kematian
dipancing buat lauk
bila tinggal belulang
kucingpun jadi yang terakhir menytbuhimu
tak ada yang tahu
bahwa dia benar tahu
: hidup manusia penuh keserakahan dan tak tahu malu
madura,2008
talqin cinta
; asrul sani
kau lahir di tanah rao
mantera yang kau sebut
tertanam di belantara dunia
menjadi cahaya
tempat ombak menanak matahari
pertemuan kita.
bukan lagi kata
atau sekedar penafsir mimpi
namun aku padamu
adalah anak yang selalu menangis mengingatmu
dengan doa
dengan talqin cinta
2005
: armijn pane
ku suling kata.
tetap wajahmu yang menulis khatulistiwa
dermaga tempat pelayaran puisimu
kutimang hingga ampas gelombang
lirih bersama angin
kubaca iftitah rindu
sebelum kau lepas ruh
di tiang bendera indonesiku
jakarta pusat,2011
kau lahir di tanah rao
mantera yang kau sebut
tertanam di belantara dunia
menjadi cahaya
tempat ombak menanak matahari
pertemuan kita.
bukan lagi kata
atau sekedar penafsir mimpi
namun aku padamu
adalah anak yang selalu menangis mengingatmu
dengan doa
dengan talqin cinta
2005
tentang doa
ku suling kata.
tetap wajahmu yang menulis khatulistiwa
dermaga tempat pelayaran puisimu
kutimang hingga ampas gelombang
lirih bersama angin
kubaca iftitah rindu
sebelum kau lepas ruh
di tiang bendera indonesiku
jakarta pusat,2011
m a t a _ m a t a h u j a n
turun menghunus parang
debu jadi air
air berpendar gersang
fateha runtuhi bulir
berlari di penjuru pohon
dedaun istinjak basah
gendam hati memohon
agar banjir tak meresah kesah
tusuk awan kelenjar
himne lagu halilintar
lahir dari rahim pintu tuhan
menuntas di insang para nelayan
runtuh .
runtuh.
madura,2006
debu jadi air
air berpendar gersang
fateha runtuhi bulir
berlari di penjuru pohon
dedaun istinjak basah
gendam hati memohon
agar banjir tak meresah kesah
tusuk awan kelenjar
himne lagu halilintar
lahir dari rahim pintu tuhan
menuntas di insang para nelayan
runtuh .
runtuh.
madura,2006
fragmen tidur
jurus mimpi kutabur
berserakan di tangkai malam
doa terus ku ulur
didekat bantal dan ujung pualam
pada dalam khayal luka
mengangakan detak
berhenti lalu terbuka
serentak dalam geletak
butir deru nafas
ruh pergi dari tubuh
menemui kekasih atas
lalu hinggap di palung subuh
madura,2008
madura,2006
Alastu angin
dan ,
aku
lalu doa yang berselendang
matamu ,
pelangi di sayap senja
berlihai manja menyulut rindu
lalu
kau
retinaku bergambar wajahmu
pecahan gerimis
membuncahkan asmara
yang ku sebut kangen
di setiap aku
melihatmu di dermaga tak berembun sunyi
2012,sumenep
berserakan di tangkai malam
doa terus ku ulur
didekat bantal dan ujung pualam
pada dalam khayal luka
mengangakan detak
berhenti lalu terbuka
serentak dalam geletak
butir deru nafas
ruh pergi dari tubuh
menemui kekasih atas
lalu hinggap di palung subuh
madura,2008
Bangun Tidur
ruh kembali pada tubuh
berpelukan di sudut peluh
mata sepat menjamu gemuruh
lemas bercampur pupuh
jurus darah terus beralir ke dalam nadi
mencari buntalan sunyi untuk hamdi
lelah terasa terobati
berpendar mengikuti belati
cuma satu yang pasti
kita belum mau mati
bangun tidur
dunia seperti cucur
berpelukan di sudut peluh
mata sepat menjamu gemuruh
lemas bercampur pupuh
jurus darah terus beralir ke dalam nadi
mencari buntalan sunyi untuk hamdi
lelah terasa terobati
berpendar mengikuti belati
cuma satu yang pasti
kita belum mau mati
bangun tidur
dunia seperti cucur
madura,2006
di curam malam
di curam malam
hati ini menentram
sungguh telanjang
menerpa pejam ranjang
pada embun sungsang
menerjang gelombang
aku terpana di teras
memandang bulan selaras
bersama jurus berparas
berpesta suara adzan mengeras
lalu aku
bila waktunya
sampai di batas merdeka
bertubuh merana
satu berujung gerhana
madura,2006
ketika sakit
ketika sakit .
apa yang kita bisa ,
seakan ajal mengancam dari teras rumah
ketika sakit .
apa rasanya nasi di atas piring berlauk sop buntut ,
pahit di ujung lidah mati rasa
ketika sakit .
apa yang kita tunggu
hanya kematian mencari arah
ketika sakit.itulah cinta tuhan pada kita
bekasi,2010
Di pematang khotbah alismu
utia ,lekas kemari__
di pematang khotbah alismu
ku temukan hujan mencari suami
2012 ,batang-batang sumenep
CATUR
ada kotak hitam_putih
jalan hidup manusia
sekali kun fayakun
; skak mati
2012 , bekasi
Kalkulator
hanya menghitung waktu
berdansa menunggu ajal
; kita akan sampai
bertemu dengan kematian
yang setia bertamu di tubuh ini
2012
hati ini menentram
sungguh telanjang
menerpa pejam ranjang
pada embun sungsang
menerjang gelombang
aku terpana di teras
memandang bulan selaras
bersama jurus berparas
berpesta suara adzan mengeras
lalu aku
bila waktunya
sampai di batas merdeka
bertubuh merana
satu berujung gerhana
madura,2006
ketika sakit
ketika sakit .
apa yang kita bisa ,
seakan ajal mengancam dari teras rumah
ketika sakit .
apa rasanya nasi di atas piring berlauk sop buntut ,
pahit di ujung lidah mati rasa
ketika sakit .
apa yang kita tunggu
hanya kematian mencari arah
ketika sakit.itulah cinta tuhan pada kita
bekasi,2010
Di pematang khotbah alismu
utia ,lekas kemari__
di pematang khotbah alismu
ku temukan hujan mencari suami
2012 ,batang-batang sumenep
CATUR
ada kotak hitam_putih
jalan hidup manusia
sekali kun fayakun
; skak mati
2012 , bekasi
Kalkulator
hanya menghitung waktu
berdansa menunggu ajal
; kita akan sampai
bertemu dengan kematian
yang setia bertamu di tubuh ini
2012
Alastu angin
dan ,
aku
lalu doa yang berselendang
matamu ,
pelangi di sayap senja
berlihai manja menyulut rindu
lalu
kau
retinaku bergambar wajahmu
pecahan gerimis
membuncahkan asmara
yang ku sebut kangen
di setiap aku
melihatmu di dermaga tak berembun sunyi
2012,sumenep
Biarlah aku menangis
: N
biarlah akau menangis
lalu mengeja arah
di mana aku harus pulang
dengan mengantarmu ; rembulan
paras sunyi melintang
rok minimu jalang
di terpa angin lalu hilang ingatan,
biarlah aku menangis
dengan airmata hujan
di selangkanganmu bermalam
2012,kamar kita
doa setubuh 1
dan lagi terus berakar
warnawarnalangit beterbangan
juga warna rambutmu kecoklatan
liar menahan perih ,
di tebing kamar hotel
seperti aku kembali
menulis doa setubuh
di wajahmu
tanpa nafas ,
dan menjadi angin
2012,kamar kita
doa setubuh 2
bayangmu hanya segitiga
dengan rusuk empat dimensi di mataku
berlarian melamar perkasa_
aduhai ,,.kau yang menindih tubuhku
ada yang berlinang tanpa permisi
2012 ,kamar kita
doa setubuh 3
dan lagi terus gemetar ,
purnama mabuk bintang ,
ada arak ,di gelas kelaminmu
tumpah menghitung anak ,
2012,kamar kita
: N
biarlah akau menangis
lalu mengeja arah
di mana aku harus pulang
dengan mengantarmu ; rembulan
paras sunyi melintang
rok minimu jalang
di terpa angin lalu hilang ingatan,
biarlah aku menangis
dengan airmata hujan
di selangkanganmu bermalam
2012,kamar kita
doa setubuh 1
dan lagi terus berakar
warnawarnalangit beterbangan
juga warna rambutmu kecoklatan
liar menahan perih ,
di tebing kamar hotel
seperti aku kembali
menulis doa setubuh
di wajahmu
tanpa nafas ,
dan menjadi angin
2012,kamar kita
doa setubuh 2
bayangmu hanya segitiga
dengan rusuk empat dimensi di mataku
berlarian melamar perkasa_
aduhai ,,.kau yang menindih tubuhku
ada yang berlinang tanpa permisi
2012 ,kamar kita
doa setubuh 3
dan lagi terus gemetar ,
purnama mabuk bintang ,
ada arak ,di gelas kelaminmu
tumpah menghitung anak ,
2012,kamar kita
selingkuh sepi
kau yang berwajah kelam -
panen rindu-sejak kemarin
jurus airmata di rimbunan bungabunga
; persembahanku kepadamu
yang menyebut sepi ,
sebagai kepalsuan diriku
lembarlembar tubuhmu ,
kau lipat di antara bebatu_
lagu kerrong ku tautkan
pada cangkem putihmu
agar taresna yang ku usung
saban hari di dadamu
sampai karam berkecambah arus
; tapi kini , kau hanyalah selingkuh sepi
yang kulihat menjerat bulan sebagai lakilaki
kerinduanmu
2012 , marunda, kala rindu itu hilang
tetap tak ku pandang
_tak selesai di rangkai
bulan sbait di kalungmu
_karena usia matahari
adalah matamu berkuluit emas
jakarta,2011
Bulan sabit 2 ; rakaat subuh
ufuk timur yang semburat
mulai mengenalkanku pada setia malam
yang selalu menina bobokanmu , setiap
kali kau mijnta tidur di ranjang sabit
akankah kau pahami ,
rujak diam yang ku masak
jadi rakaat subuh
di pipimu
liukan pertama kau akan bertemu
dengan dua laut
yang di dalamnya hidup empat pulau
yang tak pernah sabit setahun penuh
liukan kedua , jangan dulu mundur atau melangkah
sebab , setiap mundur ataupun langkahmu
ada sepasang semut yang terinjak__
mereka penganten baru
yang merakaatkan subuh
di sembab malam
di tikungan ketiga , taburkan
airmatamu biar tumbuh sehelai pohon hujan
yang akan menyirami subur halaman tubuhmu
saat gigil tak lagi menjual hangatnya
; di rerimbun bara api
jakarta,2011
kau yang berwajah kelam -
panen rindu-sejak kemarin
jurus airmata di rimbunan bungabunga
; persembahanku kepadamu
yang menyebut sepi ,
sebagai kepalsuan diriku
lembarlembar tubuhmu ,
kau lipat di antara bebatu_
lagu kerrong ku tautkan
pada cangkem putihmu
agar taresna yang ku usung
saban hari di dadamu
sampai karam berkecambah arus
; tapi kini , kau hanyalah selingkuh sepi
yang kulihat menjerat bulan sebagai lakilaki
kerinduanmu
2012 , marunda, kala rindu itu hilang
Bulan sabit 1 ; usia matahari
_tak selesai di rangkai
bulan sbait di kalungmu
_karena usia matahari
adalah matamu berkuluit emas
jakarta,2011
Bulan sabit 2 ; rakaat subuh
ufuk timur yang semburat
mulai mengenalkanku pada setia malam
yang selalu menina bobokanmu , setiap
kali kau mijnta tidur di ranjang sabit
akankah kau pahami ,
rujak diam yang ku masak
jadi rakaat subuh
di pipimu
liukan pertama kau akan bertemu
dengan dua laut
yang di dalamnya hidup empat pulau
yang tak pernah sabit setahun penuh
liukan kedua , jangan dulu mundur atau melangkah
sebab , setiap mundur ataupun langkahmu
ada sepasang semut yang terinjak__
mereka penganten baru
yang merakaatkan subuh
di sembab malam
di tikungan ketiga , taburkan
airmatamu biar tumbuh sehelai pohon hujan
yang akan menyirami subur halaman tubuhmu
saat gigil tak lagi menjual hangatnya
; di rerimbun bara api
jakarta,2011
Selasa, 08 Mei 2012
puisi maduraku
salendang taresna
Ro'om tase' bhiru
aburu juko' nyallam e lanjang obu'na dika
nyallam e sagara .alajar kom komanna
duh...,dimma se esareya
bhulan elang e keco' dalko'
ngabbar e kalemonganna ojan
ngabias bulu kole'
ngattar talebat pasra e kencop
daunna sere aora' tonggal
e raba'anna batokonco'na barto
calemot pattang araga sokma
taresna ampon tasongkor
alabun sareangnga mata bula
toju' maraddin songkam pagulina
alea' leo' pola tenngkana dika.
maguli ate se nangale kobassa
rassa tapalko' jaran gujangnga
naman arta' tae lala'na
cangkamma dika bulan pornama
se atoles barna harkat bilagunna
matanyang panabbussa bhula
agiba pelka' ngenom pellona dika
asalendang taresna .
asanding e attas sodagga bulan nyongsang
se bada e amperra matana dika
; bakto malam mimpena
geddugan giligenteng ,2012
ngal bangal mardha
Caloret ampon e gangse
tajam a gilap pote
sarkawi ngantos e babana accem
nyaba balas nyaba.
dhara balas dhara.
nyaba tadha' kaballina
kobasan settong se ecepta
gunong tenggi e lebati
tase' omba' e lajari
e labang saketeng
bapa'-babu' apassan salamat
tengateya dalam ataro nyaba
melleng sakoni' dhara kaloar mardha
marhabi ampon dhatang.
caloretda ta' kala tajam
agilap kelap matogal raga
kare se ngadduwa elmo
sangkolanna kae tor juju'
se atapa e guwa guwa kona
lamba' dimen se kalonta
sarkawi matana mera
marhabi matana mngara
ngadap ajal nyabut caloret
asapo' mantra maronto ate
' tatta' bula ,sare bu'lambu'na '
sarkawi nangtang sambi ngael pena'an
aba'na se siap mate akare sakte
caloret ampon e gangse
tajam aguilap pote
tape marhabi ngal bangal mardha
mole alambay a tabbus malo
nyo'on sapora ka se kobasa
alako congka' ka tatanggaa
e labang saketeng barna mera
sarkawi sem mesem
alo'or tasbi , metong omor
ka agunganna se kobasa settong se ecepta
bangkalan-songannep 2012
agangan maronggi
maronggi se tombu ebudina bangko
labba' dhaun maocet ngodana ngabhiru.
e labang dapor ,bula ngabas ebu
ngoca' palappa ganna' ,abugal raga
nyarrat e dalam cobi' se asabung
kalaban cak kocek bato
gala se lanjang nyojju bunggar
se ngabhiru
" kala' da ngodana , buang wa towana '
passanna ebu dimen kalonta
e attas tomang .
eang naglkal naraka
maronggi pon epesa
dahri ranca' konco' bunggal daunna
jail nyapcap .
elong arassa tapalko'
nyeom ro'om palappa se ngarassap
ka ragana daun se molae e cabbur
ka naglkalla aeng dalam banji
attas tomang
dalam pereng .
nase' jagung
juko' karrengnga kenduy
abaris nagntos pamanjung
ebu mesem
bula mesem
ojan pello pon darras
dari pepe sampe' dhai
jila parrang kalaban bibir
se ngattar ka potena gigi
tabu' a dikker
tanda nikmat kobassana
dari se kobasa pangeranna risgi
agangan maronggi.
sangkolanna nyae tor kae
juju' tor bungso
se ampon ngantos e labang soarga
ragang ,geddugan gili genteng -jekarta 2012
ketab aeng mata
aba' ampon posang
aeng mata se gaggar
dhari molka' matana dika
bulan garring aguring nemor
e tampo'na ojan agarrus kakerrongan
bibir bula se saleng nyeom manis madduna
gaggarra rese' campor dhara
ta' tega ngabas dika nyelle' andang
manggar ate e mangkang aeng tase'
sanonnto ,pelka' jila mapelko'
lajar tolang se abantal sagara
ketab aeng mata e baca dika
e dhalam sarong abade' lasem
aba' ampon jarnang
aeng matana dika
terros malanjang taneyan pote tolang
nyombar ka pagar nangka ngoda
nyelbi'
akanta tase' e seba'
tonggat mosa
ketab aeng mata
magga' tale kotangnga dika
nyombar sokma buwa dalima
bila bhula nongko' e bibirra dika
ondam solap-are ngoncar kelap
alonca' mano' gatti' macoet bangalla bhula
natta' -nyanggarram alessa dika
buja se accen -gula se manes
ta' magujang niat bhula
makabin tera'na robana dika
kalaban mesemma bhula se talebat mera
e konco'na madura
caloret e gangse tajam
magaltong ketab aeng mata
e pepena dika
se e are' ebung embumganna bulan takepe'
bekasi-jakarta 2012
bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
Bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
rassa sake' kasta ban roga
kabbi taretan-poto e olo' ka meja
a sanding tangis ampon tada'a
na'poto ampon pada akompol
saleng rebbu' agabay pamekol-paesan
saleng pandang ato'or malate-bang pandan
ro'om minnyan asalabung ngastete
bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
abantal carreng se bada e kopeng
malaikat katon e ada'na mata
raga nyongsang lebat sokma leng ngaleng
" kun fayakun "
asalpat nyaba ,abunggam dhada
mole abali ka guste kobasana
duh..., na' poto
passan galla' ja' kaloppae
sambajang -poasana se e molae
paganna' onggu daddiya panyare
kasannangan pagi' aheradda
dhuli pas giba .
ja' ta' santa' mekol bula
ngabasa ponakan tor manto
ajilada tambang yesin
se ebaca e olo bakto
nyo'ona tobat se tada' padha
akare kasta on-laon ganja
bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
" inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun "
dhari tana abali ka tana
asambung ka pangeranna
ghili -genteng-jekarta-bekkasi,2012
gaggarra aeng socana ebu
Tada' panabbus raga
se labbi molja tor raja
monggu dha' ka bula
salaen panyo'on salamat
sarang ,
gaggarra aeng socana ebu
garbato-pangarangan-garbato-jekarta ,2012
asaka' etana buja-bhako
Nyelbi' -mocet dalam raga
tana se lanjang dhari makkasan kantos songannep
magannap ate se callap karrong
kalaban ro'omma bhako-acaenna buja
madura ,sangkolanna juju' tor bungso
se lamba' dhimen alaban panas tor ojan
kaangguy ana' poto se nabang bakto
akalambi pelka' abantal pello
asaka' e tana bhako-buja
ate bula posang naylengsang
karrong bakto molong bhako
agaluy potena buja
apolong sarang ebu -tatangga
e babana mata galla' kalaban bhunga
rembi' e dhada bula
aranca' ka bunggarra soko
se ajalan asanding kejung baba bulan
careta ampon e karang
dhari tajam are' tor landu' -nanggalana
se alabun compadda are e gar bara'
alambay ,naman ojan tombu buja
naman bigi tombu bhako
esto dha' jang ebu e tana madura
2012 ,songgannep-akkasan-sorobaja-bakkasi
palappa ganna'
E attas carakenan
atompo' jai-konye'
katombar se akabin kalaban komire
cobi' ngobal agaluy jila
ca' koca' ngamo' ngancor jail
abasto pallapa daddi baddi alos
palappa ganna' lakar daddi pamaste
ebu se akanca dhapor
alaban abbul-asapo' apoi
agabay tagguli-kowa maronggi
juko' darri accen paddis
a sela cabbi lete' pello se a gili
jambar ate bakto bulan poasa
dapa' bakto ka abuka
e attas meja abarna barna
nagntos adzan kaburuna
paggun palappa ganna'
se daddi pamekol kabbianna
dhari bunggar sampe' konco'na
ngalkkal langge' -abandam sokkor
songannap-tanjung ,2012
kaleppon ceddot
E tana madura ,
anga' callap macem jajanan
agili magujang garammas rassa
bhila teppong ampon e gula'
kalaban aeng dhaun pandanna
ta' kaloppae aeng kapor sere
se atampor kalaban accen bujana
tamba aeng ni' sakoni'
bannya' talabat korang samporna
dhuli gula' sampe' camporan
bisa e gabay -nyobar ka bunga'an
kala' ngangguy tesi
monggu pabungkol
cole' esse'e kalaban gula mera
se ampon ngara
pas pabungko; pole sambi ngastete dhari ate
kalla dalam aeng se ngalkal
sampe' ngambang agambang ka nge' langge'an
angka' sareng pa karreng
duh...,,aling gulingan
e parodda nyeor mgoda
saba' e attas pereng
daunna gaddang
garrungan ampon ngarassa
abunto' lapar -a takbir kannyang
kalappon caddot
daddi pangobal aher
monyena tabu'
annyat bhila e kekke'
gilina jail e morka'na jila
2012 ,jekarta-bekkasi-gili genteng-bekkasi
Monggìng bàrà' tana lonta
maparjùgà pananggàlàn mera
nyontàp e komkomanna dàun tareta
nyapcap kalonta careta
enagàra nyèllo' mardìka
.
tappor kelap asompa'a
ngèlla jàman se pon kasta
bànneng ate kantos taresna
settong tojjuàn asapo' panyo'on ponca mera
.
nyèllo' mardìka ka sodà' teang
pon ekarassa pan saponapan careta
se e anggìt dàri mera pote mandìrà
ales ebù kartini tombu dàri sokma are
.
duh...bàpa' ebù bàkkel kaulà
saebu pangaràp e ate bulà
aeng mata se gàggàr e palepor mora
nandà'àgì jùjùr bàkte panèrros bàngsa
.
nyello' mardìka
ojàn nemor se pon aduri cokka
compèt e bàrà' nemor kara
jàkarta_songennep 2011
Ro'om tase' bhiru
aburu juko' nyallam e lanjang obu'na dika
nyallam e sagara .alajar kom komanna
duh...,dimma se esareya
bhulan elang e keco' dalko'
ngabbar e kalemonganna ojan
ngabias bulu kole'
ngattar talebat pasra e kencop
daunna sere aora' tonggal
e raba'anna batokonco'na barto
calemot pattang araga sokma
taresna ampon tasongkor
alabun sareangnga mata bula
toju' maraddin songkam pagulina
alea' leo' pola tenngkana dika.
maguli ate se nangale kobassa
rassa tapalko' jaran gujangnga
naman arta' tae lala'na
cangkamma dika bulan pornama
se atoles barna harkat bilagunna
matanyang panabbussa bhula
agiba pelka' ngenom pellona dika
asalendang taresna .
asanding e attas sodagga bulan nyongsang
se bada e amperra matana dika
; bakto malam mimpena
geddugan giligenteng ,2012
ngal bangal mardha
Caloret ampon e gangse
tajam a gilap pote
sarkawi ngantos e babana accem
nyaba balas nyaba.
dhara balas dhara.
nyaba tadha' kaballina
kobasan settong se ecepta
gunong tenggi e lebati
tase' omba' e lajari
e labang saketeng
bapa'-babu' apassan salamat
tengateya dalam ataro nyaba
melleng sakoni' dhara kaloar mardha
marhabi ampon dhatang.
caloretda ta' kala tajam
agilap kelap matogal raga
kare se ngadduwa elmo
sangkolanna kae tor juju'
se atapa e guwa guwa kona
lamba' dimen se kalonta
sarkawi matana mera
marhabi matana mngara
ngadap ajal nyabut caloret
asapo' mantra maronto ate
' tatta' bula ,sare bu'lambu'na '
sarkawi nangtang sambi ngael pena'an
aba'na se siap mate akare sakte
caloret ampon e gangse
tajam aguilap pote
tape marhabi ngal bangal mardha
mole alambay a tabbus malo
nyo'on sapora ka se kobasa
alako congka' ka tatanggaa
e labang saketeng barna mera
sarkawi sem mesem
alo'or tasbi , metong omor
ka agunganna se kobasa settong se ecepta
bangkalan-songannep 2012
agangan maronggi
maronggi se tombu ebudina bangko
labba' dhaun maocet ngodana ngabhiru.
e labang dapor ,bula ngabas ebu
ngoca' palappa ganna' ,abugal raga
nyarrat e dalam cobi' se asabung
kalaban cak kocek bato
gala se lanjang nyojju bunggar
se ngabhiru
" kala' da ngodana , buang wa towana '
passanna ebu dimen kalonta
e attas tomang .
eang naglkal naraka
maronggi pon epesa
dahri ranca' konco' bunggal daunna
jail nyapcap .
elong arassa tapalko'
nyeom ro'om palappa se ngarassap
ka ragana daun se molae e cabbur
ka naglkalla aeng dalam banji
attas tomang
dalam pereng .
nase' jagung
juko' karrengnga kenduy
abaris nagntos pamanjung
ebu mesem
bula mesem
ojan pello pon darras
dari pepe sampe' dhai
jila parrang kalaban bibir
se ngattar ka potena gigi
tabu' a dikker
tanda nikmat kobassana
dari se kobasa pangeranna risgi
agangan maronggi.
sangkolanna nyae tor kae
juju' tor bungso
se ampon ngantos e labang soarga
ragang ,geddugan gili genteng -jekarta 2012
ketab aeng mata
aba' ampon posang
aeng mata se gaggar
dhari molka' matana dika
bulan garring aguring nemor
e tampo'na ojan agarrus kakerrongan
bibir bula se saleng nyeom manis madduna
gaggarra rese' campor dhara
ta' tega ngabas dika nyelle' andang
manggar ate e mangkang aeng tase'
sanonnto ,pelka' jila mapelko'
lajar tolang se abantal sagara
ketab aeng mata e baca dika
e dhalam sarong abade' lasem
aba' ampon jarnang
aeng matana dika
terros malanjang taneyan pote tolang
nyombar ka pagar nangka ngoda
nyelbi'
akanta tase' e seba'
tonggat mosa
ketab aeng mata
magga' tale kotangnga dika
nyombar sokma buwa dalima
bila bhula nongko' e bibirra dika
ondam solap-are ngoncar kelap
alonca' mano' gatti' macoet bangalla bhula
natta' -nyanggarram alessa dika
buja se accen -gula se manes
ta' magujang niat bhula
makabin tera'na robana dika
kalaban mesemma bhula se talebat mera
e konco'na madura
caloret e gangse tajam
magaltong ketab aeng mata
e pepena dika
se e are' ebung embumganna bulan takepe'
bekasi-jakarta 2012
bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
Bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
rassa sake' kasta ban roga
kabbi taretan-poto e olo' ka meja
a sanding tangis ampon tada'a
na'poto ampon pada akompol
saleng rebbu' agabay pamekol-paesan
saleng pandang ato'or malate-bang pandan
ro'om minnyan asalabung ngastete
bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
abantal carreng se bada e kopeng
malaikat katon e ada'na mata
raga nyongsang lebat sokma leng ngaleng
" kun fayakun "
asalpat nyaba ,abunggam dhada
mole abali ka guste kobasana
duh..., na' poto
passan galla' ja' kaloppae
sambajang -poasana se e molae
paganna' onggu daddiya panyare
kasannangan pagi' aheradda
dhuli pas giba .
ja' ta' santa' mekol bula
ngabasa ponakan tor manto
ajilada tambang yesin
se ebaca e olo bakto
nyo'ona tobat se tada' padha
akare kasta on-laon ganja
bhila nyaba ampon dapa' anggan dhada
" inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun "
dhari tana abali ka tana
asambung ka pangeranna
ghili -genteng-jekarta-bekkasi,2012
gaggarra aeng socana ebu
Tada' panabbus raga
se labbi molja tor raja
monggu dha' ka bula
salaen panyo'on salamat
sarang ,
gaggarra aeng socana ebu
garbato-pangarangan-garbato-jekarta ,2012
asaka' etana buja-bhako
Nyelbi' -mocet dalam raga
tana se lanjang dhari makkasan kantos songannep
magannap ate se callap karrong
kalaban ro'omma bhako-acaenna buja
madura ,sangkolanna juju' tor bungso
se lamba' dhimen alaban panas tor ojan
kaangguy ana' poto se nabang bakto
akalambi pelka' abantal pello
asaka' e tana bhako-buja
ate bula posang naylengsang
karrong bakto molong bhako
agaluy potena buja
apolong sarang ebu -tatangga
e babana mata galla' kalaban bhunga
rembi' e dhada bula
aranca' ka bunggarra soko
se ajalan asanding kejung baba bulan
careta ampon e karang
dhari tajam are' tor landu' -nanggalana
se alabun compadda are e gar bara'
alambay ,naman ojan tombu buja
naman bigi tombu bhako
esto dha' jang ebu e tana madura
2012 ,songgannep-akkasan-sorobaja-bakkasi
palappa ganna'
E attas carakenan
atompo' jai-konye'
katombar se akabin kalaban komire
cobi' ngobal agaluy jila
ca' koca' ngamo' ngancor jail
abasto pallapa daddi baddi alos
palappa ganna' lakar daddi pamaste
ebu se akanca dhapor
alaban abbul-asapo' apoi
agabay tagguli-kowa maronggi
juko' darri accen paddis
a sela cabbi lete' pello se a gili
jambar ate bakto bulan poasa
dapa' bakto ka abuka
e attas meja abarna barna
nagntos adzan kaburuna
paggun palappa ganna'
se daddi pamekol kabbianna
dhari bunggar sampe' konco'na
ngalkkal langge' -abandam sokkor
songannap-tanjung ,2012
kaleppon ceddot
E tana madura ,
anga' callap macem jajanan
agili magujang garammas rassa
bhila teppong ampon e gula'
kalaban aeng dhaun pandanna
ta' kaloppae aeng kapor sere
se atampor kalaban accen bujana
tamba aeng ni' sakoni'
bannya' talabat korang samporna
dhuli gula' sampe' camporan
bisa e gabay -nyobar ka bunga'an
kala' ngangguy tesi
monggu pabungkol
cole' esse'e kalaban gula mera
se ampon ngara
pas pabungko; pole sambi ngastete dhari ate
kalla dalam aeng se ngalkal
sampe' ngambang agambang ka nge' langge'an
angka' sareng pa karreng
duh...,,aling gulingan
e parodda nyeor mgoda
saba' e attas pereng
daunna gaddang
garrungan ampon ngarassa
abunto' lapar -a takbir kannyang
kalappon caddot
daddi pangobal aher
monyena tabu'
annyat bhila e kekke'
gilina jail e morka'na jila
2012 ,jekarta-bekkasi-gili genteng-bekkasi
Nyèllo' Mardìka
maparjùgà pananggàlàn mera
nyontàp e komkomanna dàun tareta
nyapcap kalonta careta
enagàra nyèllo' mardìka
.
tappor kelap asompa'a
ngèlla jàman se pon kasta
bànneng ate kantos taresna
settong tojjuàn asapo' panyo'on ponca mera
.
nyèllo' mardìka ka sodà' teang
pon ekarassa pan saponapan careta
se e anggìt dàri mera pote mandìrà
ales ebù kartini tombu dàri sokma are
.
duh...bàpa' ebù bàkkel kaulà
saebu pangaràp e ate bulà
aeng mata se gàggàr e palepor mora
nandà'àgì jùjùr bàkte panèrros bàngsa
.
nyello' mardìka
ojàn nemor se pon aduri cokka
compèt e bàrà' nemor kara
jàkarta_songennep 2011
E socana ebù
ebù ,
sengko' acareta'a ,__
acareta'a andàng
e matana ba'na
; bùlàn takepe' _ reajà kona
pappa'an sere se a ora' settong
nyombàr ka talkana tèkèr pandàn
se e anggi' bàkto pornama malàm
nyèlle' koto e sagàrà laggù
ebù ,
ajja' kobàter
omorra tase'
e mesèmma bà'na
e sempànna e lampattà
tang bintangan bàn sesse'na
juko' pendàng
agàlbù' e orap
kalabàn gùlà cobbù'
; sanonto ampon rampong , ebù
pan saponapan careta
maksa mardìka
malontor morkana bàngsa
kalabàn panyo'on robàna bà'na
bìnàrràng e kole'na buàna koddù' ngodà
ebù ,
lalampanna bà'na
se rattìn robàna
e taburi kàmbàng taresna
nyongsàp pas e bìgìna langsàp
; pettong kale
male' jànor e taneyan
lanjàng ka palabbùànna
aeng matana bà'na , ebu
ngabàs ka olona obù'na bà'na
pote se abàrnae kobàterra abà'
nyo'on saebu dùàna
mangkatà a gàntonga elmo
e capcappà pellona are
se nalar e konco'na kolare
re lere
jàkarta , 2011
Moncar dàri sagàrà
lampattà nyongsàp
e morka'na panemor kona
pàbbàr pànjung
kàmbàng tanjùng room buànà
re lere e konco'na kolare
ngarèmmes talkana abà'
nyelbì' agàlbì' pas rèmbi'
ka moara langngè'
sakolellana ojàn pon e bitong
ngolbu' ngagàràn e kotta kotta
kasohor poncana agàluy ka sonarra
se ra mera
tonggàna langngè' e talàbbùr
masodà' sokmana aros se loros
bàccana lorong sakètèng a cèllot gàlmot
lecen pas accen ka jàmbàrrà ate
se loor e nemor kara
jàkarta . 2011
sengko' acareta'a ,__
acareta'a andàng
e matana ba'na
; bùlàn takepe' _ reajà kona
pappa'an sere se a ora' settong
nyombàr ka talkana tèkèr pandàn
se e anggi' bàkto pornama malàm
nyèlle' koto e sagàrà laggù
ebù ,
ajja' kobàter
omorra tase'
e mesèmma bà'na
e sempànna e lampattà
tang bintangan bàn sesse'na
juko' pendàng
agàlbù' e orap
kalabàn gùlà cobbù'
; sanonto ampon rampong , ebù
pan saponapan careta
maksa mardìka
malontor morkana bàngsa
kalabàn panyo'on robàna bà'na
bìnàrràng e kole'na buàna koddù' ngodà
ebù ,
lalampanna bà'na
se rattìn robàna
e taburi kàmbàng taresna
nyongsàp pas e bìgìna langsàp
; pettong kale
male' jànor e taneyan
lanjàng ka palabbùànna
aeng matana bà'na , ebu
ngabàs ka olona obù'na bà'na
pote se abàrnae kobàterra abà'
nyo'on saebu dùàna
mangkatà a gàntonga elmo
e capcappà pellona are
se nalar e konco'na kolare
re lere
jàkarta , 2011
Sakolellana Ojàn
Moncar dàri sagàrà
lampattà nyongsàp
e morka'na panemor kona
pàbbàr pànjung
kàmbàng tanjùng room buànà
re lere e konco'na kolare
ngarèmmes talkana abà'
nyelbì' agàlbì' pas rèmbi'
ka moara langngè'
sakolellana ojàn pon e bitong
ngolbu' ngagàràn e kotta kotta
kasohor poncana agàluy ka sonarra
se ra mera
tonggàna langngè' e talàbbùr
masodà' sokmana aros se loros
bàccana lorong sakètèng a cèllot gàlmot
lecen pas accen ka jàmbàrrà ate
se loor e nemor kara
jàkarta . 2011
Tanah buja e kampong loka
tera' bhulan e gaggarra nyeyor bhuru'
agandu' lalampanna para patoah
Dhari sokma ka barnana andang e palappa ganna'
Nyonglet etabuyyi mennyan__
Duh...ebu-
Tanah loka e kerreng-kerrong kampong loka
Bara' dajana girpapas ka asta tenggi,,
Jambar e toap apoi
Asanding sokma
Agellu' pornama
Senga',tase' gi' bhiru
Etoorra juko' pendang
Epaessa buwana pace
Se asesse' e sagara kona
Leppet pas tetep,
E dajana pasar sattoan
ja' kobater
Nase' koneng e pellona dika,
Ta' asat kantos pettong toronan
Ajalling omba' nemor e sokona
(gai' bintang ale' gaggar bhulan)
Nyelbi' dhalam dhada
Ngagareskes apajung loka omor
Noro' bunte'
E lajar angen
E babbar kasta
Buja se accen,,
Maksa binarangnga aba'
Ngantos ngodana bhulan
Bila pon epanyongsang__
Tale papasten e lebuni koros ate
e calemodda malam se pas ngerrem e janggang nafsona bula
Se rangngo' e tolesi aeng mata kona
Tanah buja e kampong loka,
Kare se maksa'a landu',
Se mapotea dhara
Se la daddi marda..,
E buana tales se ngoda
Bula mogar tase' ka tangessa se mataremtem ate se nangis e samalam pentheng,_,
Jhakarta,2010
agandu' lalampanna para patoah
Dhari sokma ka barnana andang e palappa ganna'
Nyonglet etabuyyi mennyan__
Duh...ebu-
Tanah loka e kerreng-kerrong kampong loka
Bara' dajana girpapas ka asta tenggi,,
Jambar e toap apoi
Asanding sokma
Agellu' pornama
Senga',tase' gi' bhiru
Etoorra juko' pendang
Epaessa buwana pace
Se asesse' e sagara kona
Leppet pas tetep,
E dajana pasar sattoan
ja' kobater
Nase' koneng e pellona dika,
Ta' asat kantos pettong toronan
Ajalling omba' nemor e sokona
(gai' bintang ale' gaggar bhulan)
Nyelbi' dhalam dhada
Ngagareskes apajung loka omor
Noro' bunte'
E lajar angen
E babbar kasta
Buja se accen,,
Maksa binarangnga aba'
Ngantos ngodana bhulan
Bila pon epanyongsang__
Tale papasten e lebuni koros ate
e calemodda malam se pas ngerrem e janggang nafsona bula
Se rangngo' e tolesi aeng mata kona
Tanah buja e kampong loka,
Kare se maksa'a landu',
Se mapotea dhara
Se la daddi marda..,
E buana tales se ngoda
Bula mogar tase' ka tangessa se mataremtem ate se nangis e samalam pentheng,_,
Jhakarta,2010
puisiku En Kurliadi Nf yang di tulis ketika waktu senja di kota bekasi
sabda wanita di balik dinding kamar
kau pegang urat bibirmu-luka
dikala nisfu di barisan lantai
lantai penuh baladaku ;
pergi sendiri ke ubun majazi
aku lipat angin ,tuhan mengaji di kutub matamu
( fissamaai ,aku menimang tubuhmu bersatu ke tubuhku )
peju warna lampu neon .berulang kali ku fartub di labang dadamu
. wanitaku ,kali ini bintang runtuhi kelaminku.
tuhan satu di bajuku-rintihmu-telukku-bibirmu-
yang ku ulur ke dinding kamar '
hanya alastu-buistu-fatehaku kamu yang palsu
berdiri memintal jemari ,
mengarak matahari .bulan .bintang sabtu di pahamu
tun jaina .jainatun jaiti
; retak sudah tubuh ini
kau tunu di samping ranjang
sehabis basah melumuri celurit air sungai-mahligai-sangsai-talufsai-ngarai
wanitaku .tutup matamu
aku akan menikahimu
sehabis rakaat adzan gemulai mengantar rindu di tudung sajimu
istirham lalu bunuh diri
bekasi , tengah hari 2012
TUDUNG SAJI
Nafsu itu ,
berarak dari tajam ubunku
menyulam riwayat gemulai tubuhmu
dunia kita ,fatia
seakan terpelanting mengayuh rindu
; bibirmu merah mencukur syahwatku .
sampai padam purnama
ke tujuh di teras rumah
tempat senja melukai malam
hdungmu mangir memancung
ke dinding jantungku_mentalutalu
mempalu mataku
teh hangat semalam ,fatia
saat memancing rembulan
untuk lebih cepat purnama
membuat panjang nafas yang tersangkut
di basah keringatku
membuat sungai
dengan ikan anak kita
memungut lembarlembar
angin ,dari permukaan diam bebatu
di balik tudung saji yang kau pakai ,fatia
hujan menitikkan air mata
bersalaman dengan kemarau
membuncah ke leher selangkanganku
saat gelasgelas bir bercawan rindu
kau pecahkan di meja makan
dari arah senyummu ,
kutilang terbang menabur musim
gendinggending dedaun menayup paparegan
di kolare alismu -sendu merayu
nafsuku kencang berlari
di sudut pintu dan kaca cermin
yang terpasung di dalam ranjang
dan sabun kamar mandi
sebentar lagi ,fatia
aku akan bertanya kepada hujan
tentang sebilah bunga di pipimu
memekar bagai kubangan danau
saat tegur sapa januari_
beranak di balik tudung sajimu
memanggil nafsuku yang terus
mengasah tajamnya sendiri
; sampai aku mebuk
2012 ,jakarta
TADARUS RAMADHAN
memetik bulan
yang berganti kelamin
pohonan ,ternak ,dan segala yang hidup
berucap syukur menderaikan tafakur
tetes air mata
terdengar alunan tahmid.
mentalu di anjungan musholla
mengerami senyum kita
menyambut ramadhan tadarus anugerah
kicau burung sibuk mencari angin
menanami langit dengan istirham adzan
kita telah sampai ,merahangi
kebersamaan.
membagi duka menjemput lara
membuka bahagia melepas rindu
tadarus ramadhan ,
saat tabirtabir lailatulqodar
tangantangan menengadah
menjulurkan ampunan tentang hamba
yang terniscaya hanyalah lemah di hadapanNYA
jika senja merah datang
jembar hati mulai terasa
berkumpul di dekat hidangan
mengulas liur yang membasah
seharian menahan lapar -dahaga
kumandang adzan terdengar melaju
bersama bibir menyentuh alhamdu
kemenangan telah kita rengkuh
bersama keringat dan kesabaran
yang terlahir di tubuh ini.
tadarus ramadhan
terasa indah
sampai ujung idul fitri
yang menunggu kata hati
'' minal aidzin wal faidzin "
2012 ,kranji bekasi
dikala nisfu di barisan lantai
lantai penuh baladaku ;
pergi sendiri ke ubun majazi
aku lipat angin ,tuhan mengaji di kutub matamu
( fissamaai ,aku menimang tubuhmu bersatu ke tubuhku )
peju warna lampu neon .berulang kali ku fartub di labang dadamu
. wanitaku ,kali ini bintang runtuhi kelaminku.
tuhan satu di bajuku-rintihmu-telukku-bibirmu-
yang ku ulur ke dinding kamar '
hanya alastu-buistu-fatehaku kamu yang palsu
berdiri memintal jemari ,
mengarak matahari .bulan .bintang sabtu di pahamu
tun jaina .jainatun jaiti
; retak sudah tubuh ini
kau tunu di samping ranjang
sehabis basah melumuri celurit air sungai-mahligai-sangsai-talufsai-ngarai
wanitaku .tutup matamu
aku akan menikahimu
sehabis rakaat adzan gemulai mengantar rindu di tudung sajimu
istirham lalu bunuh diri
bekasi , tengah hari 2012
TUDUNG SAJI
Nafsu itu ,
berarak dari tajam ubunku
menyulam riwayat gemulai tubuhmu
dunia kita ,fatia
seakan terpelanting mengayuh rindu
; bibirmu merah mencukur syahwatku .
sampai padam purnama
ke tujuh di teras rumah
tempat senja melukai malam
hdungmu mangir memancung
ke dinding jantungku_mentalutalu
mempalu mataku
teh hangat semalam ,fatia
saat memancing rembulan
untuk lebih cepat purnama
membuat panjang nafas yang tersangkut
di basah keringatku
membuat sungai
dengan ikan anak kita
memungut lembarlembar
angin ,dari permukaan diam bebatu
di balik tudung saji yang kau pakai ,fatia
hujan menitikkan air mata
bersalaman dengan kemarau
membuncah ke leher selangkanganku
saat gelasgelas bir bercawan rindu
kau pecahkan di meja makan
dari arah senyummu ,
kutilang terbang menabur musim
gendinggending dedaun menayup paparegan
di kolare alismu -sendu merayu
nafsuku kencang berlari
di sudut pintu dan kaca cermin
yang terpasung di dalam ranjang
dan sabun kamar mandi
sebentar lagi ,fatia
aku akan bertanya kepada hujan
tentang sebilah bunga di pipimu
memekar bagai kubangan danau
saat tegur sapa januari_
beranak di balik tudung sajimu
memanggil nafsuku yang terus
mengasah tajamnya sendiri
; sampai aku mebuk
2012 ,jakarta
TADARUS RAMADHAN
memetik bulan
yang berganti kelamin
pohonan ,ternak ,dan segala yang hidup
berucap syukur menderaikan tafakur
tetes air mata
terdengar alunan tahmid.
mentalu di anjungan musholla
mengerami senyum kita
menyambut ramadhan tadarus anugerah
kicau burung sibuk mencari angin
menanami langit dengan istirham adzan
kita telah sampai ,merahangi
kebersamaan.
membagi duka menjemput lara
membuka bahagia melepas rindu
tadarus ramadhan ,
saat tabirtabir lailatulqodar
tangantangan menengadah
menjulurkan ampunan tentang hamba
yang terniscaya hanyalah lemah di hadapanNYA
jika senja merah datang
jembar hati mulai terasa
berkumpul di dekat hidangan
mengulas liur yang membasah
seharian menahan lapar -dahaga
kumandang adzan terdengar melaju
bersama bibir menyentuh alhamdu
kemenangan telah kita rengkuh
bersama keringat dan kesabaran
yang terlahir di tubuh ini.
tadarus ramadhan
terasa indah
sampai ujung idul fitri
yang menunggu kata hati
'' minal aidzin wal faidzin "
2012 ,kranji bekasi
puisiku yang kutulis karena sebuah kemerdekaan di tubuh kita terampas dan terbuang
Sebab Akulah Jangkrik
kupanggil namamu dengan
peluhpeluh yang bertunas
dari keningmu ,Alia
sebab
akulah jangkrik di perbatasan
tanah ,saat kau sebut aku
sebagai ramayana mencari dewi angin
malam yang intan ,
rembulan ihtilami kelaminku
terasa denyutnya sampai deras sungai
mengalir melahapi sisa khuldi dadamu ,
menggelar perkawinan bibir kita
tumpah di lebuni air mata
kupungut kau ,Alia
tubuhmu berpunuk dari jiwa
terpaksa ku ampar depan teras rumah
saat hujan datang melata tanpa deru
dan dingin berbisa
kupanggil namamu ,Alia
dengan cerukceruk cahaya
saat mati rasaku mengulas sedekah
gelombang ke dermaga kapal_
kau layarkan.
kau bisukan.
semua sembahyangku di pahamu
sampai lelah terpaksa kusimpan
di lemari es dan sandal jepit
yang bertengger depan pintu_
depan pintu-alastu-hiftu-belenggu
suratsurat darimu ku tunu
dalam televisi dan meja ruang tamu
aku menunggu senja
bukan karena kau masih menangis
tapi aku tahu kaulah perempuan
dalam sarungku semalam ,
memilin peju biru dan sebaris
puisi di belakang telingaku
Alia ,kupanggil namamu
sebagai arwah ulang tahun matahari
yang memanggang akar tubuhku ke tubuhmu
jika sampai waktunya
aku ingin kau melahirkan anakanakku
di perbatasan sunyi bulan januari
bekasi ,2012
Di kamar ,tempat gambar angin
dan segelas air mata menyeduh luka mani biru
Dinding matamu .adinda
melupa tentang iftitah usang
di lipatan terakhir lalu masa angin
kau tumpahkan warna bintang
saat putaran dingin malam
mencampur keringat kita
di segelas air mata
sambil menyeduh luka mani biru
bulu alismu.adinda
tempat gambar angin
berlepasan mengukur derai rindu
di waktu lekat tubuhmu ,
lidahku kau potong serupa
wortel dilancip pisau dapur
aku diam ,sungai yang mengalir
kau pingsankan di dekat jendela
ranjang bisu menatap tubuh kita
yang berlari sekencang kereta stasiun
memburu karcis menuju kota
dengan nama palsu yang lahir dari
kelamin kita
dinding tubuhmu.adinda
kitabkitab sungsang melesung
memporandakan khayal sepi yang
berihktiar di bilik bulu betisku
di kamar ,tempat gambar angin
dan segelas air mata menyeduh
luka mani biru
2012
Iftitah tanah kombang
tanah yang kusebut sebagai nenek moyang
subur menyanyikan lagu deras semi hujan
laut yang ku kawinkan dengan galadak pajangan
mendebur menyebut asma arus ke telaga bebatu
menyimpan berhala ikan dan lokan
yang setiap hari bercumbu dengan bibir anak pantai
; kutanak di atas tomang
bersama gerendang doa anugerah.
dipulung dari wajah keringat nelayan
berbantal angin .berselimut gelombang
; tasrif garam
di embanan air mata
bila malam tiba
anakanak mengeja al-qur'an
di anjungan surau
suara mereka adalah cahaya
yang sedang bertemu dengan tuhannya
'' Iqro' bismirobbikalladi kholaq
kholaqol insana min alaq "'
rindu terasa datang menjemput tubuh
saat teringat salerek yang sedang di ajum
lalu turun di timang ke laut,beramai
menukar senyum membagi pahala
sebagai perihal tanah semesta leluhur
rumahrumah berbaris jelmaan laut
pada subuh seorang anak menulis
surat untuk tuhannya-
agar sang ayah menjadi nabi di laut
serta pulang sebagai ayah berpeluh nikmat
bertawasul menunda silam masa
lihatlah tasik yang sepanjang langit bumi
tak terbatas merapal palung jiwa
tentang darahku yang menetes dari
rahim ibu ,mendepa ke dermaga
tempat pajangan mengejar angin barat
-angin timur
menyapa riak di jendela samudera biru
menggarmanggar seperti layangan di onjuk
di tanam batu laut-ujung tepian
akhir seluruh hilir
aku bernyanyi di dasar kenangan
iftitah tanah kombang adalah yang kusebut
sebagai nenek moyang tanpa air mata
kombang ,tugasan 2008
Nyanyian dari kampung muara gembong
Disini kami lahir dari mata laut
bukan hanya menabung lelah
namun tempat melagukan luka
yang terus di asah
dengan parang tubuh ini
kami tukar urat dan darah
demi sekeping sepiring nasi
anakanak kami menangis
ketakutan ,ketika
hantu abrasi dan rob ingin menimang
gubuk itu sebgai tempat dimana kami berkumpul
dan bernyanyi tentang dunia
tapi kami tak gentar
karena dari rahim ini terlahir
doa menjemput senja
di kepala terukir beribu tambak udang
setiap hari keringat di uraikan
melawan terik menahan hambar haus
meleleh ke cekung urat nadi
yang semakin tinggal kentut belulang ini
kampung ini ,sudah
menjadi legenda ,jalanjalan
seperti kuburan_
kami mengaji nasib
saat malam menjelang berkedip
terkadang akan lebih rela
jika mata ini tak cepat nyenyak
memanggang ,karena jiwa ini
dilayangkan ketakutan
robrob yang mengadakan perkawinan dengan pesisir
tak banyak air mata yang isa
di tumpahkan .
atau sekedar permohonan
kepada yang diskusi disana.
karena kami lebih tahu
lebih baik diam daripada menjual malu
atau menjadi bahan tawa mereka
yang sedang sibuk
mendandani kelaminnya yang uang
sering kami pulang dari laut
tanpa membaw seranjang kabut
yang bisa di hadiahkan kepada
istri dan anak__
meraka sudah terlalu banyak
menanam sungging senyum
karena di hatinya
selamat kami adalah hadiah
terindah yang paling ditunggu
di doa yang tertancap di atas sajadah
kampung kami kini sudah
menjadi sampah ,
ya ,sampah yang terhunus
dari tangantangan dusta
tangantanagn dajal murka
membuat kami sekan
mati pelanpelan tanpa suara
ini tanah kampung kami ,
laut kami .sangkolannya
nenek moyang dulu masa kala
anakanak kami adalah masa depan
penerus citacita mengarungi samudera
yang belum sempat kami singgahi
pesanpesan leluhur kami ajarkan
kepadanya ,agar kelak menjadi
pelaut yang tak gentar melawan badai
disini kami lahir dari mata laut
walau derita terus beranak
dalam deraiderai tangisan jiwa
kami akan selalu menanak doa menanam harapan
agar esok kami melihat mentari berpalung di ujung
pesisir dan atap rumah kami
entah sampai kapan ini menjadi hantu dan luka
ataukah catatan bunting yang memang
harus kami telan dalamdalam
sampai tutup ini usia
sampai kami tahu tuhanlah tempat berpulang
dan mengadu
2012 ,kampung muara gembong 2010
kupanggil namamu dengan
peluhpeluh yang bertunas
dari keningmu ,Alia
sebab
akulah jangkrik di perbatasan
tanah ,saat kau sebut aku
sebagai ramayana mencari dewi angin
malam yang intan ,
rembulan ihtilami kelaminku
terasa denyutnya sampai deras sungai
mengalir melahapi sisa khuldi dadamu ,
menggelar perkawinan bibir kita
tumpah di lebuni air mata
kupungut kau ,Alia
tubuhmu berpunuk dari jiwa
terpaksa ku ampar depan teras rumah
saat hujan datang melata tanpa deru
dan dingin berbisa
kupanggil namamu ,Alia
dengan cerukceruk cahaya
saat mati rasaku mengulas sedekah
gelombang ke dermaga kapal_
kau layarkan.
kau bisukan.
semua sembahyangku di pahamu
sampai lelah terpaksa kusimpan
di lemari es dan sandal jepit
yang bertengger depan pintu_
depan pintu-alastu-hiftu-belenggu
suratsurat darimu ku tunu
dalam televisi dan meja ruang tamu
aku menunggu senja
bukan karena kau masih menangis
tapi aku tahu kaulah perempuan
dalam sarungku semalam ,
memilin peju biru dan sebaris
puisi di belakang telingaku
Alia ,kupanggil namamu
sebagai arwah ulang tahun matahari
yang memanggang akar tubuhku ke tubuhmu
jika sampai waktunya
aku ingin kau melahirkan anakanakku
di perbatasan sunyi bulan januari
bekasi ,2012
Di kamar ,tempat gambar angin
dan segelas air mata menyeduh luka mani biru
Dinding matamu .adinda
melupa tentang iftitah usang
di lipatan terakhir lalu masa angin
kau tumpahkan warna bintang
saat putaran dingin malam
mencampur keringat kita
di segelas air mata
sambil menyeduh luka mani biru
bulu alismu.adinda
tempat gambar angin
berlepasan mengukur derai rindu
di waktu lekat tubuhmu ,
lidahku kau potong serupa
wortel dilancip pisau dapur
aku diam ,sungai yang mengalir
kau pingsankan di dekat jendela
ranjang bisu menatap tubuh kita
yang berlari sekencang kereta stasiun
memburu karcis menuju kota
dengan nama palsu yang lahir dari
kelamin kita
dinding tubuhmu.adinda
kitabkitab sungsang melesung
memporandakan khayal sepi yang
berihktiar di bilik bulu betisku
di kamar ,tempat gambar angin
dan segelas air mata menyeduh
luka mani biru
2012
Iftitah tanah kombang
tanah yang kusebut sebagai nenek moyang
subur menyanyikan lagu deras semi hujan
laut yang ku kawinkan dengan galadak pajangan
mendebur menyebut asma arus ke telaga bebatu
menyimpan berhala ikan dan lokan
yang setiap hari bercumbu dengan bibir anak pantai
; kutanak di atas tomang
bersama gerendang doa anugerah.
dipulung dari wajah keringat nelayan
berbantal angin .berselimut gelombang
; tasrif garam
di embanan air mata
bila malam tiba
anakanak mengeja al-qur'an
di anjungan surau
suara mereka adalah cahaya
yang sedang bertemu dengan tuhannya
'' Iqro' bismirobbikalladi kholaq
kholaqol insana min alaq "'
rindu terasa datang menjemput tubuh
saat teringat salerek yang sedang di ajum
lalu turun di timang ke laut,beramai
menukar senyum membagi pahala
sebagai perihal tanah semesta leluhur
rumahrumah berbaris jelmaan laut
pada subuh seorang anak menulis
surat untuk tuhannya-
agar sang ayah menjadi nabi di laut
serta pulang sebagai ayah berpeluh nikmat
bertawasul menunda silam masa
lihatlah tasik yang sepanjang langit bumi
tak terbatas merapal palung jiwa
tentang darahku yang menetes dari
rahim ibu ,mendepa ke dermaga
tempat pajangan mengejar angin barat
-angin timur
menyapa riak di jendela samudera biru
menggarmanggar seperti layangan di onjuk
di tanam batu laut-ujung tepian
akhir seluruh hilir
aku bernyanyi di dasar kenangan
iftitah tanah kombang adalah yang kusebut
sebagai nenek moyang tanpa air mata
kombang ,tugasan 2008
Nyanyian dari kampung muara gembong
Disini kami lahir dari mata laut
bukan hanya menabung lelah
namun tempat melagukan luka
yang terus di asah
dengan parang tubuh ini
kami tukar urat dan darah
demi sekeping sepiring nasi
anakanak kami menangis
ketakutan ,ketika
hantu abrasi dan rob ingin menimang
gubuk itu sebgai tempat dimana kami berkumpul
dan bernyanyi tentang dunia
tapi kami tak gentar
karena dari rahim ini terlahir
doa menjemput senja
di kepala terukir beribu tambak udang
setiap hari keringat di uraikan
melawan terik menahan hambar haus
meleleh ke cekung urat nadi
yang semakin tinggal kentut belulang ini
kampung ini ,sudah
menjadi legenda ,jalanjalan
seperti kuburan_
kami mengaji nasib
saat malam menjelang berkedip
terkadang akan lebih rela
jika mata ini tak cepat nyenyak
memanggang ,karena jiwa ini
dilayangkan ketakutan
robrob yang mengadakan perkawinan dengan pesisir
tak banyak air mata yang isa
di tumpahkan .
atau sekedar permohonan
kepada yang diskusi disana.
karena kami lebih tahu
lebih baik diam daripada menjual malu
atau menjadi bahan tawa mereka
yang sedang sibuk
mendandani kelaminnya yang uang
sering kami pulang dari laut
tanpa membaw seranjang kabut
yang bisa di hadiahkan kepada
istri dan anak__
meraka sudah terlalu banyak
menanam sungging senyum
karena di hatinya
selamat kami adalah hadiah
terindah yang paling ditunggu
di doa yang tertancap di atas sajadah
kampung kami kini sudah
menjadi sampah ,
ya ,sampah yang terhunus
dari tangantangan dusta
tangantanagn dajal murka
membuat kami sekan
mati pelanpelan tanpa suara
ini tanah kampung kami ,
laut kami .sangkolannya
nenek moyang dulu masa kala
anakanak kami adalah masa depan
penerus citacita mengarungi samudera
yang belum sempat kami singgahi
pesanpesan leluhur kami ajarkan
kepadanya ,agar kelak menjadi
pelaut yang tak gentar melawan badai
disini kami lahir dari mata laut
walau derita terus beranak
dalam deraiderai tangisan jiwa
kami akan selalu menanak doa menanam harapan
agar esok kami melihat mentari berpalung di ujung
pesisir dan atap rumah kami
entah sampai kapan ini menjadi hantu dan luka
ataukah catatan bunting yang memang
harus kami telan dalamdalam
sampai tutup ini usia
sampai kami tahu tuhanlah tempat berpulang
dan mengadu
2012 ,kampung muara gembong 2010
puisi sederhanaku
m a t a _ m a t a h u j a n
turun menghunus parang
debu jadi air
air berpendar gersang
fateha runtuhi bulir
berlari di penjuru pohon
dedaun istinjak basah
gendam hati memohon
agar banjir tak meresah kesah
tusuk awan kelenjar
himne lagu halilintar
lahir dari rahim pintu tuhan
menuntas di insang para nelayan
runtuh .
runtuh
2012
jurus mimpi kutabur
berserakan di tangkai malam
doa terus ku ulur
didekat bantal dan ujung pualam
pada dalam khayal luka
mengangakan detak
berhenti lalu terbuka
serentak dalam geletak
butir deru nafas
ruh pergi dari tubuh
menemui kekasih atas
lalu hinggap di palung subuh
madura,2008
ruh kembali pada tubuh
berpelukan di sudut peluh
mata sepat menjamu gemuruh
lemas bercampur pupuh
jurus darah terus beralir ke dalam nadi
mencari buntalan sunyi untuk hamdi
lelah terasa terobati
berpendar mengikuti belati
cuma satu yang pasti
kita belum mau mati
bangun tidur
dunia seperti cucur
2008,kombang
turun menghunus parang
debu jadi air
air berpendar gersang
fateha runtuhi bulir
berlari di penjuru pohon
dedaun istinjak basah
gendam hati memohon
agar banjir tak meresah kesah
tusuk awan kelenjar
himne lagu halilintar
lahir dari rahim pintu tuhan
menuntas di insang para nelayan
runtuh .
runtuh
2012
fragmen tidur
jurus mimpi kutabur
berserakan di tangkai malam
doa terus ku ulur
didekat bantal dan ujung pualam
pada dalam khayal luka
mengangakan detak
berhenti lalu terbuka
serentak dalam geletak
butir deru nafas
ruh pergi dari tubuh
menemui kekasih atas
lalu hinggap di palung subuh
madura,2008
Bangun Tidur
ruh kembali pada tubuh
berpelukan di sudut peluh
mata sepat menjamu gemuruh
lemas bercampur pupuh
jurus darah terus beralir ke dalam nadi
mencari buntalan sunyi untuk hamdi
lelah terasa terobati
berpendar mengikuti belati
cuma satu yang pasti
kita belum mau mati
bangun tidur
dunia seperti cucur
2008,kombang
Di curam malam
di curam malam
hati ini menentram
sungguh telanjang
menerpa pejam ranjang
pada embun sungsang
menerjang gelombang
aku terpana di teras
memandang bulan selaras
bersama jurus berparas
berpesta suara adzan mengeras
lalu aku
bila waktunya
sampai di batas merdeka
bertubuh merana
satu berujung gerhana
2007 ,gili genting
hati ini menentram
sungguh telanjang
menerpa pejam ranjang
pada embun sungsang
menerjang gelombang
aku terpana di teras
memandang bulan selaras
bersama jurus berparas
berpesta suara adzan mengeras
lalu aku
bila waktunya
sampai di batas merdeka
bertubuh merana
satu berujung gerhana
2007 ,gili genting
Langganan:
Postingan (Atom)